Aplikasi Digital Perlancar Bisnis Jastip

Jasa titipan atau jastip bisa menjadi sebuah peluang yang besar. Pengusaha startup digital juga mulai berinovasi dalam memfasilitasi bisnis tersebut dengan teknologi digital seperti layaknya judi slot online jackpot terbesar yang dapat diakses secara online sekarang.

Aktivitas belanja baru dengan cara menitip ini menjadi alasan atas bedirinya startup digital titipku. Ong Tek Tjan dan juga Henri Suhardja membuat aplikasi tersebut di tahun 2017 serta bekantor pusat pada kota Yogyakarta, DIY.

Titipku menonjolkan konsep hyperlocal dimana berarti konsumen bisa menemukan toko terdekat dari tempat tinggal mereka lalu berbelanja secara digital di sana.

Titipku juga membuat sistem satu ongkir yang memungkinkan para konsumen untuk berbelanja pada banyak pedagan di dalam satu area pasar namun cukup membayar ongkos kirim sekali saja.

Misi dari titipku sendiri adalah mau membantu UMKM agar tumbuh dan menjadi tuan rumah di era digital serta ikut memberikan nilai tambah untuk UMKM Indonesia.

Co Founder & Chief Product Officer dari Titipku yang bernama Andre Ian Stephens memberikan penjelasan bahwa dikarenakan pandemi ini mereka sekarang lebih berfokus pada UMKM yang ada di pasar.

Karena, pasar yang paling terdampak dengan adanya pembatasan aktivitas masyarakat. “Cara pesennya lewat aplikasi titipku, pilih pasar terus nanti bakal muncul beberapa toko maupun pedagang serta barang – barang yang bisa dipilih. Di titipku ini mungkin aja dalam sekali orderan bisa dibelanjakan dari beberapa pedagang di dalam satu area sama.” Ucap Andre,

Personal shopper Titipku biasanya disebut jatiper yang akan membelanjakan orderan dari para penitip lewat aplikasi.

Jatiper ini mitra kerja sama mereka yang ngelamar lalu diseleksi oleh pihak titipku. “Terutama untuk jatiper pasar dikarenakan ada training khusus. Karena, kami butuh jastiper yang pintar dalam memilih produk di pasar serta kualitasnya bagus supaya penitip puas dan bisa mendapat hasil belanjaan terbaik.” Ucapnya.

Dari cita – cita titipku yang mau membawa UMKM menjadi go digital, siapapun bisa menambahkan daftar yang kemudian akan di verifikasi ulang oleh mereka.

Sesudah itu, tim dari titipku akan memeriksa semua data yang sesuai, lalu UMKM tersebut akan bisa dibelanjakan oleh jatiper.

“Kami juga memiliki tim yang mendata satu per satu UMKM pada pasar serta mendampingi mereka dalam mengisi daftar dagangan.” Ucapnya.